Indonesia Sabet Emas Kontes Robo Games di Sanfransisco
Selamat kepada team mahasiswa dari UNIKOM (Universitas Komputer Indonesia) Bandung. Akhirnya Indonesia Sabet Emas Kontes Robo Games di Sanfransisco Amerika Serikat. Jujur bangga saya mendengarnya, tapi saya sedih, coba saya dulu masuk Unikom, Padahal dapet Beasiswa di Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM), hihihi sedih aga narses. Setahu saya dari dulu memang UNIKOM adalah Universitas Komputer terbaik di bidang Robotik.
Berikut adalah laporan Kontes Robo Games Robotik dari Sanfransisco Amerika Serikat:
BANDUNG, TRIBUN - Tim Robot Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung selangkah lagi akan menggapai mimpi mengikuti kompetisi robot internasional “Robogames” di San Fancisco, Amerika Serikat. Cita-cita memopulerkan dunia robot dengan mengikuti even internasional itu tembus setelah selama tiga bulan mengurus visa.
“Tidak mudah, apalagi Indonesia identik dengan teroris. Setelah melalui usaha yang panjang, kami berhasil mendapatkan visa. Kalau nanti kami harus menari striptease (ditelanjangi, Red) kami siap. Yang penting, bisa sampai ke sana,” kata Ketua Divisi Robotika Unikom Yusrila Yeka Kerlooza, di kampus Unikom, Jumat (29/5).
Di Indonesia, baru Tim Robot Unikom yang berhasil lolos mengikuti kompetisi tersebut. Tim-tim robot dari kampus lain, seperti Poltek ITS dan ITS, tak bisa mengikuti kompetisi robot yang pesertanya dari berbagai kampus di dunia itu. Kemungkinannya mereka juga kesulitan mengurus visa. Dengan demikian, Unikom adalah satu-satunya wakil Indonesia di kompetisi “Robogames” di San Francisco.
Menurut Yusrila, Tim Robot Unikom akan mengikuti kompetisi robot itu untuk kategori Open Fire Fighting Otonomius Robot. Pada pertarungan itu, Tim Robot Unikom akan membawa dua robot seri DU-114-V8 dan seri Next 116. Kemarin, dua robot itu sudah diberi kotak khusus agar mudah saat dibawa ke San Farncisco. Kotak itu berupa kotak transparan dan dapat menyimpan dengan kuat sehingga tidak rusak saat mendapat goncangan.
Robot seri DU 114-V8 memiliki spesifikasi panjang 29 sentimeter, lebar 21 sentimeter, dan tinggi 21 sentimeter. Robot seri Next 116 memiliki spesifikasi panjang 30 sentimeter, lebar 24 sentimeter, dan tinggi 20,5 sentimeter. Keduanya memiliki berat hampir 3,5 kilogram.
Robot yang menyerupai kendaraan tank tentara itu memiliki kemampuan mendeteksi suhu panas dan mendatangi sasaran dengan kecepatan tinggi. Robot ciptaan mahasiswa Unikom itu juga mampu melewati rintangan jalan berundak dengan keseimbangan yang baik. “Banyak robot sejenis yang terguling saat melewati jalan berundak. Robot kami tidak,” kata anggota Divisi Robotika Unikom Stevanus Alexander.
Gambaran kemampuan yang harus diperlihatkan dua robot karya mahasiswa Unikom di depan dewan juri, jelas Yusrila, antara lain kemampuan robot dalam menjelajahi rute atau garis, lalu menemukan titik api. Kemampuan lebih dari robot DU 114-V8 dan Next 116 adalah dapat mematikan titik api tanpa kipas, melainkan dengan menggunakan air yang disemprotkan.
“Orang akan berpikir air bisa menjadikan mesin konslet, tapi tidak. Kelebihan (robot) kami bisa mematikan dengan air,” kata Yusrila.
Tim Robot Unikom cukup percaya diri menghadapi kompetitor yang juga memiliki kemampuan hebat. Modal mereka adalah sejumlah prestasi di kompetisi robot yang sudah sering mendapatkan skor tertinggi dan meraih juara pertama. Kata Yusrila, timnya tidak takut dengan tim-tim dari Amerika. Namun, yang mereka takutkan adalah tim-tim dari universitas di Cina. Sebab, tim dari Cina sudah tiga kali menjuarai kompetisi serupa.
“Tapi kami sangat pede (percaya diri). Kami memang tidak mengetahui teknologi mereka. Tapi, kami bisa melihat dari skor yang mereka peroleh. Dan skor kami bisa menandingi mereka,” katanya.
Rombongan Tim Robot Unikom terdiri atas lima orang, yaitu Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr Aelina Surya, Pembantu Rektor I Bidang Akademik Prof Dr Ria Ratna Ariawati MS AK, Ketua Divisi Robotika Unikom Yusrila Yeka, dan dua anggota Divisi Robotika Unikom Rodi Hartono dan Stevanus Alexander.
Mereka akan terbang pada Kamis (4/6) mendatang. Mereka akan mengikuti pertandingan selama empat hari sejak tanggal 12 hingga 15 Juni 2009. Sebelumnya, mereka akan mendemonstrasikan kemampuan robot DU 114-V8 dan Next 116 di depan masyarakat Indonesia di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di San Fransisco.

Menurut Konsul Pensosbud Konsulat Jenderal RI di San Francisco, Andi Rahadian, yang dihubungi Antara, Minggu (14/6) DU-114 tampil sebagai pemenang di ajang tersebut untuk kategori robot pemadam api. Untuk kategori ini, ada 11 tim dari berbagai negara yang mengikuti pertandingan. Robot DU-114 menjadi yang tercepat dalam memadamkan api. Selain DU-114, Indonesia juga menyertakan satu robot lainnya untuk bertanding di kategori yang sama yakni Next 116.
Tim robot Indonesia dari Unikom Bandung yang dipimpin oleh Purek III Unikom Aelina Surya akan kembali ke Indonesia pada Selasa (16/6) depan. Tim tersebut tiba di San Francisco pada 4Juni lalu, antara lain untuk melakukan pendaftaran serta pengecekan keamanan oleh panitia.
Selama berada di San Francisco, Tim Robot Unikom sempat mengunjungi laboratorium robotika di UC Berkeley dalam rangka merintis kerja sama antara Unikom dengan University Berkeley. Menurut Andi Rahadian, saat bertandang ke UC Berkeley, mereka diterima oleh George Anwar, warga negara Indonesia yang menjabat sebagai kepala divisi robotika UC-Berkeley.







June 20th, 2009 at 1:45 pm
saya pinjem robot SEO untuk memenangkan kontes dangdutan di blog tetangga mas hehehe
June 20th, 2009 at 2:09 pm
Jiiiaahhh,,,hahahaha….1 Juta / Jamnya ya…hehehe
December 13th, 2009 at 12:02 pm
[...] Universitas Komputer Indonesia (Unikom) di Bandung berhasil meraih juara pertama dan memperoleh medali emas dalam ‘International Robogames’ yang diselenggarakan di San Francisco, Ameriksa Serikat (AS), Ahad (14/6). Tim Indonesia berhasil [...]